Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang melandaPulau Lombok tanggal 29 Juli 2018, menimbulkan kerusakan hebat di seluruh wilayah di pulau tersebut. Wilayah Kabupaten Lombok Timur dilaporkan paling terdampak gempa ini. Dua kecamatan terparah di Lombok Timur yang terdampak gempa yakniSembalun danSambelia.
Gempa susulan berkekuatan 7,0 SR pada 5 Agustus 2018 makin memperparah kerusakan. Daerah Lombok Utara paling parah terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa. Kerusakan rumah dan bangunan terjadi dalam skala luas. Rumah-rumah di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur yang sebelumnya hanya rusak ringan diguncang gempa 6,4 SR pada 29/7/2018 menjadi rusak berat dan roboh akibat guncangan gempa 7 SR. Berdasarkan laporan pertugas di Kabupaten Lombok Utara perkiraan kerusakan rumah di berbagai kecamatan seperti Kecamatan Bayan, Kecamatan Kayangan, Kecamatan Gangga, Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Pemenang mencapai lebih dari 50 persen.
Ribuan pengungsi tersebar di banyak tempat. Belum semua pengungsi memperoleh bantuan. Pengungsi masih berada di lapangan dan di halaman rumahnya sebagai pengungsi mandiri. Penanganan terkendala beberapa hal yaitu terbatasnya alat berat, luasnya daerah yang terdampak, listrik pada di Lombok Utara dan Lombok Timur, saluran komunikasi mati, rusaknya jembatan di tiga tempat yaitu jembatan Tampes, jembatan Lokok Tampes dan jembatan Luk yang menyebabkan aksesibilitas terganggu, terbatasnya ketersediaan logistik dan lainnya.
Jumlah korban meninggal tercatat 555 orang, sedangkan luka-luka 7.145 orang. jumlah pengungsi mencapai 431.416 orang. Rumah rusak terdata 73.843 unit dan 798 fasilitias umum dan sosial mengalami kerusakan akibat gempa,
Perkiraan kerugian akibat gempa di Lombok mencapai Rp 7,7 triliun. Kerugian tersebut mencakup lima faktor, yaitu pemukiman penduduk, infrastruktur, ekonomi produktif, sektor sosial, dan lintas sektor. Paling banyak menyumbang kerugian dan kerusakan adalah sektor perumahan yang hampir mencapai 65 persen.
Merespon gempa di Lombok, seperti biasa relawan Posko Jenggala mulai dikumpulkan oleh Andi Sahrandi untuk segera menginventarisasi bantuan yang diperlukan oleh korban. Andi, Bara dan Rendy berangkat menuju Lombok dan bertemu dengan Tyas yang merupakan warga Lombok dan sahabat dari Jarot salah seorang relawan Posko Jenggala. Tim langsung menuju lokasi gempa, menyusuri jalan-jalan yang terdampak gempa mulai dari kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara hingga Lombok Timur,
Sehari kemudian tim medis dan obat-obatan tiba di Lombok. Mereka terdiri dari 5 dokter dari Jakarta 3 dokter dari NTT dan 1 apoteker dan 4 paramedis yang merupakan mahasiswa keperawatan dari beberapa universitas di Lombok
Tim pengobatan/medis Posko Jenggala bekerjasama dengan Prudential Life Insurance mencoba meringankan keadaan para korban bencana dengan memberikan pelayanan medis secara cuma-Cuma.
Hari pertama, kedua dan ketiga, tim memulai pelayanan medis di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Korban jiwa paling banyak di desa ini. Selain itu, hampir seluruh bangunan rusak berat atau roboh. Tidak dijumpai bangunan yang rusak ringan.
Desa Gumantar terbagi atas 12 dusun. Tim medis fokus ke dusun Boyotan Proyek karena jumlah penduduknya lebih banyak dari dusun-dusun lainnya di Desa Gumantar. Warga dari dusun lainnya juga ikut datang berobat ke posko pengobatan yang dibuka oleh Posko Jenggala. Tim medis hanya mampu menangani pasien dengan luka-luka ringan hingga luka-luka sedang saja. Untuk pasien luka berat, terpaksa hanya bisa diberikan rujukan ke rumah sakit.
Hari keempat sampai hari ketujuh tim konsentrasi membuka pelayanan medis di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tim mendatangi tiap-tiap pos pengungsian dengan membawa obat-obatan. Tim Posko Jenggala merupakan yang pertama datang ke tenda-tenda pengungsi untuk membantu meringankan penderitaan korban gempa.
Bencana gempa bumi yang menimpa Pulau Lombok terutama Lombok Timur dan . Lombok Utara praktis membuat aktifitas ekonomi terhenti terutama aktifitas pariwisata yang menjadi sektor penggerak utama. Hancurnya rumah-rumah penduduk, besarnya korban jiwa dan korban luka-luka dan banyaknya penduduk yang mengungsi membuat tim Posko Jenggala tergerak memberikan bantuan. Selain pengobatan gratis, juga diberikan bantuan berupa selimut, sarung, terpal, tikar dan genset untuk penduduk yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.
Bantuan tersebut didistribusikan ke posko-posko pengungsian dengan dibantu relawan-relawan lokal baik dari karang taruna, pemuda dan jaringan Posko Jenggala di Lombok.
Kegiatan pengobatan gratis
Gempa bumi Lombok
Prudential bekerjasama dengan Posko Jenggala
9 - 14 Agustus 2018
NOJENIS PENYAKITLOKASITOTAL
Ds. GumantarDs. Tanjung
Kec. KhayanganKec. Tanjung
ISPA
188121309
MYALGIA
15598253
DYSPEPSIA
148118266
DIARE
165124289
GEA
144139283
171132303
CEPHALGIA
166143309
LUKA RINGAN
133147280
Jumlah pasien
2292
-------------------- RENDY NUGRAHA ------------------------ 2019 ------------------------
Foto lapangan dari kegiatan ini — Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Agustus 2018.