Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta seringkali menyebabkan banjir dengan skala genangan luas. Ada banyak faktor yang membuat Jakarta acapkali terendam. Selain banjir kiriman dari Bogor dan berkurangnya secara drastis area serapan air di wilayah Puncak akibat masifnya pembangunan permukiman, villa dan lain-lain, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Ciliwung turut memperparah banjir di ibukota.
Kegiatan Posko Jenggala untuk membantu memberikan pengobatan gratis dan bantuan sosial pada saat banjir mendera Jakarta Januari 2013 berawal ketika tim berkunjung ke wilayah Baduy Dalam, Kabupaten Lebak, Banten. Sepanjang perjalanan menuju Baduy, tim melihat banjir yang melanda sebagian besar wilayah Provinsi Banten mulai Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Rangkasbitung dan Kabupaten Lebak.
Peristiwa tersebut mendorong tim (atas instruksi koordinator tim Andi Sahrandi) untuk turut berbagi bantuan yang paling dibutuhkan korban banjir. Tim lantas berinisiatif memberikan pelayanan pengobatan gratis di Kabupaten Tangerang.
Aksi sosial di Kelurahan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten
Kamis pagi, 17 Januari 2013, pukul 04.00 tim Posko (Rendy, Amril dan empat orang dokter yang terdiri dari Maryen, Andri, Bayu dan Fachdeppy} berkumpul di sekretariat Posko Jenggala yang juga kediaman Andi Sahrandi. Kami packing dan berangkat sekitar pukul 05.00. Dalam perjalanan menuju lokasi, hujan lebat terus mengguyur.
Sampai lokasi pukul 08.30 disambut rekan-rekan FKPPI Provinsi Banten yang memang sudah dikomunikasikan sebelumnya oleh Rendy untuk membantu aksi sosial Posko Jenggala, Tim mulai membuka pengobatan gratis di salah satu rumah warga yang terletak di pinggir jalan utama. Posko pengobatan gratis kemudian diputuskan pindah ke Kampung Gedong karena kondisi kampung itu terisolir akibat dikepung genangan air banjir
Tim beranjak menuju Kampung Gedong dengan menggunakan perahu karet, menyusuri pesawahan yang tergenang banjir setinggi satu meter lebih. Setiba di lokasi, terlihat para pengungsi dievakuasi di masjid setempat.Dokter Maryen segera bersiap memimpin tim dokter membuka pengobatan gratis. Tim cukup kewalahan diserbu para pengungsi. Namun satu persatu warga dapat dilayani dengan baik.
Sabtu (26-1-2013) tim Posko Jenggala kembali kesini. Andi Sahrandi, Jarot dan Rendy membawa sumbangan dari Prudential menuju lokasi paska banjir berupa 500 corned beef, 500 sardines, 750 sosis sapi dan 650 selimut untuk disalurkan ke RT. 01 dan RT. 02 yang pada saat banjir wilayah ini merupakan salah satu yang terisolir.
Aksi di Jati Asih, Nusa Indah, Kampung Melayu, Daan Mogot, dan Pesing
Selesai aksi sosial di Tangerang, tim dikejutkan dengan situasi Jakarta. Kamis itu Jakarta lumpuh total. Air menggenangi ruas jalan-jalan utama Ibukota, Seluruh tim Posko Jenggala (termasuk yang baru pulang dari Tangerang) dan relawan dari berbagai universitas segera berkumpul di kediaman Andi Sahrandi. Diputuskan untuk terjun langsung turut serta menangani banjir Jakarta dan sekitarnya Sabtu dan Minggu. Jumat semua super sibuk mempersiapkan kebutuhan bantuan sosial dan pengobatan gratis di lokasi yang akan didatangi pada hari Sabtu yaitu Vila Nusa Indah dan Jati Asih di Kota Bekasi dan Kelurahan Cipinang Melayu Jakarta Timur.
Tim advance yang terdiri dari Jarot, Shiddiq dan Arif sebagai apoteker mulai pergi ke lokasi tersebut dengan membawa obat-obatan dan kebutuhan pendukung lainnya, sekaligus menentukan titik pengobatan.
Prudential tergerak ikut memberikan bantuan sosial berupa 2000 Hygiene kit yang terdiri dari handuk, pasta gigi, sabun, shampoo dan sikat gigi. Penyiapan semua paket dan perlengkapan selesai pukul 04.00 pagi, Pukul 05.30 WIB anggota tim dokter mulai berdatangan. Tim dokter terdiri dari dr. Restu, dr. Ardinal, dr. Anggres, dr. Maryen, dr. Rion, dr. Adi, dr. Demma, dr. Jun dan tim supporting medis yang terdiri dari Fajri, Suyet, Cici dan Raisha,
Lokasi pengobatan terletak tidak jauh dari Jalan Raya Kalimalang yang terletak di Sekretariat RW 17. Para dokter dan tim paramedis di bagi dua, satu tim kemudian bergerak menuju lokasi pengobatan di Jati Asih, Kota Bekasi. Tim juga mulai membuka pengobatan bagi warga Cipinang Melayu. Disini, banjir pada tanggal 17 Januari 2013 rata-rata setinggi satu setengah meter.
Satu persatu warga masyarakat mulai berdatangangan. Tim menyiapkan tempat dan mendirikan tenda dibantu aparatur RW dan warga setempat. Siang hari, pasien yang berdatangan semakin banyak. Berbagai macam penyakit ditemui. Gatal-gatal dan luka pada kaki dominan diderita oleh pasien yang berobat.
Selain memberikan bantuan pengobatan gratis di Kelurahan Cipinang Melayu, tim Posko Jenggala juga menyerahkan bantuan sebanyak 420 bungkus Hygiene Kit yang berisi pasta gigi, sikat gigi, sabun, shampoo, handuk, pembalut wanita dan 220 selimut bayi. Bantuan Hygiene Kit ini secara simbolis diserahkan oleh ibu Nini selaku Head of Marketing Communication Prudential kepada pengurus RW Cipinang Melayu.
Sebagian anggotai tim Posko Jenggala juga berangkat menuju Vila Nusa Indah, Jati Asih, Kota Bekasi dengan memberikan 300 bungkus Hygiene Kit dan 200 selimut bayi.
Ini benar-benar hari yang melelahkan. Perjuangan belum berhenti. Malam hari setiba di sekretariat, tim mulai menyusun rencana untuk kegiatan esok hari. Lokasi pengobatan gratis terletak di daerah Daan Mogot dan Pesing, Jakarta Barat. Kedua daerah ini sangat parah terkena banjir.
Tim beranggotakan enam orang dokter, empat orang medis dan tiga orang logistik menuju lokasi banjir lainnya yaitu di daerah Pesing, Jakarta Barat. Tim memasang tenda di halaman sebuah pabrik dekat pemukiman warga yang terkena banjir. Pagi menjelang siang, pasien penuh sesak untuk antri berobat. Posko Jenggala juga memberikan bantuan berupa Hygiene Kit dan selimut.
Tengah hari, selepas makan siang, tim beranjak dari Pesing menuju jalan raya Daan Mogot dan kembali membuka pengobatan gratis. Agar lalu lintas lancar dan pasien yang datang berobat terkendali, tim memakai gerbong truk kontainer yang diparkir dipinggir jalan untuk melayani warga. Pasien yang datang dan ditangani tim medis sangat banyak karena letaknya strategis dan banyak pengungsi korban banjir memenuhi pinggir jalan raya Daan Mogot.
Selain pengobatan, tim juga memberikan paket bantuan Hygiene Kit dan selimut bayi yang diserahkan oleh Andi Sahrandi kepada para pengungsi. Mereka terlihat senang dan bahagia. Kegiatan layanan medis ini berlangsung hingga sore menjelang malam..
Kamis, 24 Januari 2013 (Muara Baru)
Pengobatan dan pemberian bantuan terus dilanjutkan karena masih banyak wilayah terdampak banjir belum terlayani. Tujuan utama kali ini adalah daerah Muara Baru, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Pagi hari pukul 06.00 WIB tim dokter yang terdiri dari dr. Juan, dr. Aryo, dr. Andi, dr. Handra dan dr. Maya, tim medis, Amril, Trisna dan Arif serta relawan lainnya berangkat menuju perkampungan kumuh di wilayah tersebut.
Pengobatan gratis Posko Jenggala berada di halaman sebuah masjid yang didalamnya terdapat ratusan pengungsi dari berbagai RT dan RW di Muara Baru. Saat itu, area sekitar layanan pengobatan masih terendam banjir setinggi leher orang dewasa. Tim Prudential juga ikut mengunjungi lokasi pengobatan.
Pasien pun berangsung-angsur mulai berdatangan ke posko pengobatan, ada yang menaiki sampan dan rakit secara bergantian untuk berobat, Daerah ini sangat tidak layak huni karena selain kotor dan bau juga terdapat gunungan sampah, Selain pengobatan dan bantuan sosial, tim Posko Jenggala juga membersihkan jalan masuk menuju masjid dibantu relawan setempat,
Minggu, 27 Januari 2013
Pagi hari pukul 08.00 Andi Sahrandi, Rendy dan Nadji memutuskan untuk memberikan sisa bantuan dari Prudential ke daerah Muara Baru Ujung, Kecamatan. Penjaringan, Jakarta Utara, Bantuan berupa selimut 350 pcs, sosis sapi 750 pcs, corned beef 500 pcs dan sardines 500 pcs serta 1 perahu dari bahan spoon hasil ciptaan anak-anak relawan Posko Jenggala.
Berkoordinasi dengan RW setempat, tim memasuki gang-gang kecil yang masih tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Warga pun dikumpulkan dan mereka antri untuk menerima bantuan.
Terlihat sampah menggunung di sekitar genangan air. Andi Sahrandi menginstruksikan kepada anggota tim serta warga sekitar untuk bersama-sama dan bergotong royong membersihkan dan mengangkat sampah dengan karung yang sebelumnya sudah dipersiapkan
Posko Jenggala telah berupaya membantu dan berbagi demi meringankan beban korban banjir, Sambutan korban yang kehidupannya pas-pasan,harta bendanya terendam banjir, dan tingkat kesehatan yang rendah, sungguh menyentuh hati. Seberapapun dan apapun bantuan yang diberikan, sangat berguna bagi yang membutuhkan.
Foto lapangan dari kegiatan ini — Jakarta, DKI Jakarta, Februari 2013.