Akses untuk memperoleh layanan kesehatan yang memadai belum dinikmati oleh sebagian warga masyarakat. Banyak faktor penyebabnya. Salah satunya adalah keterbatasan prasarana dan sarana kesehatan. Contohnya, Desa Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.
Setelah mengevaluasi persoalan itu, Tim Relawan Posko Kemanusiaan Jenggala memprakarsai aksi layanan kesehatan dan pengobatan gratis di desa tersebut.
Minggu pagi, 11 Desember 2011, tim Posko Jenggala yang terdiri dari Sembilan dokter, empat asisten dokter, tiga apoteker dan satu relawan bertolak dari Jakarta menuju lokasi aksi sosial di kantor Balai Desa Keranggan. Ketika tim tiba di lokasi, kerumunan warga sangat antusias menyambut kedatangan rombongan dan beramai-ramai mendaftar untuk berobat atau konsultasi kesehatan.
Pagi hingga siang hari penduduk berdatangan ke Balai Desa, tempat Posko Jenggala membuka layanan kesehatan dan pengobatan gratis. Mereka datang tidak bersamaan karena kondisi desa yang berbukit-bukit. Satu persatu mereka datang dengan membawa anggota keluarga untuk mendapatkan pelayanan berobat secara cuma-cuma. Semua usia, dari anak balita sampai manula, dan segala jenis keluhan penyakit yang diderita warga dilayani Tim Posko Jenggala dengan penuh perhatian.
Dokter Amel (Koordinator Tim Posko) misalnya, mendapati penyakit tumor otak ganas setelah memeriksa seorang laki-laki paruh baya bernama Pak Daud. Penderita penyakit ini menuturkan bahwa selama ini dirinya telah menjalani operasi sebanyak dua kali di rumah sakit namun penyakitnya tak kunjung sembuh. Dia telah berupaya meminta bantuan banyak pihak termasuk pemerintah untuk melanjutkan pengobatannya namun belum mendapatkan respon seperti yang diharapkan. Akhirnya dia hanya pasrah sampai akhirnya ditolong oleh Tim dokter Posko Jenggala.
Sore hari, ketika tim hendak kembali ke Jakarta dan berpamitan kepada warga, mereka meminta agar kelak tim dapat kembali mengadakan layanan kesehatan dan pengobatan gratis di desa tersebut. Harapan dan sekaligus permohonan masyarakat itu membersitkan kebahagiaan dan kepuasan pada seluruh anggota tim, sekaligus memupus rasa letih dan lelah setelah seharian melayani 388 pasien yang merupakan penduduk desa dan sekitarnya.
Foto lapangan dari kegiatan ini — Desa Kranggan, Tangerang Selatan, Banten, Desember 2011.