Kamis, 18 Juni 2026 · Gerakan Kemanusiaan Posko Jenggala
Beranda — Selayang Pandang — Tentang Kami Laporan Aksi Galeri Sejarah Kontak
Tanggap Bencana

Bersih Desa di Lereng Sinabung, Sumatera Utara

📅 Sabtu, 1 Maret 2014 📍 Lereng Sinabung, Karo, Sumatera Utara 👥 35 relawan 🏠 600 jiwa terbantu
Bersih Desa di Lereng Sinabung, Sumatera Utara
35Relawan
600Jiwa Terbantu
2014Tahun Aksi

Meskipun ilmu dan teknologi berkembang pesat, musibah bencana alam tetap belum dapat diprediksi. Yang diperlukan adalah sikap waspada dan menjaga kelestarian lingkungan agar dapat menekan jatuhnya korban jiwa ataupun berbagai kerugian akibat musibah bencana alam..

Salah satu bencana yang sering terjadi adalah letusan gunung berapi. Di Indonesia cukup banyak gunung yang masih aktif dan menunjukkan tandatandanya seperti gempa vulkanik, gempa letusan, gempa hembusan, tremor, asap yang muncul dari kawah atau kadangkala hujan abu, dan letusan letusan kecil. Tandatanda peningkatan aktifitas gunung berapi tidak selalu diikuti dengan letusan yang besar dan dasyat. Terkadang hanya gempa vulkanis kecil. Bagi penduduk sekitaran gunung berapi, pertanda itu dapat dipakai sebagai isyarat agar selalu hatihati dan waspada dalam membaca “perilaku” gunung berapi di wilayahnya.

Hal tersebut juga berlaku bagi penduduk sekitar Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Gunung dengan tinggi 2.460 mdpl ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dan meletus tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga Maret 2014.

Pada 27 Agustus 2010, gunung ini mengeluarkan asap dan abu vulkanis. Pada tanggal 29 Agustus 2010, dini hari sekitar pukul 00.15 WIB, gunung Sinabung mengeluarkan lava. Status gunung ini dinaikkan menjadi Awas. Dua belas ribu warga di sekitarnya dievakuasi dan ditampung di delapan lokasi pengungsian.

Pada tanggal 7 September, Gunung Sinabung kembali metelus. Ini merupakan letusan terbesar sejak gunung ini kembali aktif pada tanggal 29 Agustus 2010. Suara letusan ini terdengar sampai jarak delapan kilometer. Debu vulkanis ini tersembur hingga 5.000 meter di udara.

Pada tahun 2013, Gunung Sinabung meletus lagi. Sampai 18 September 2013, telah terjadi 4 kali letusan. Letusan pertama terjadi ada tanggal 15 September 2013 dini hari, kemudian terjadi kembali pada sore harinya. Pada 17 September 2013, terjadi 2 letusan pada siang dan sore hari. Letusan ini melepaskan awan panas dan abu vulkanik. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya akan peningkatan aktivitas sehingga tidak ada peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan Sibolangit dan Berastagi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi ribuan warga pemukiman sekitar terpaksa mengungsi ke kawasan aman..

Memasuki bulan November, terjadi peningkatan aktivitas dan letusan-letusan semakin menguat, sehingga pada tanggal 3 November 2013 pukul 03.00 status dinaikkan kembali menjadi Siaga. Pengungsian penduduk di desa-desa sekitar berjarak 5 km dilakukan. Letusan-letusan terjadi berkali-kali setelah itu, disertai luncuran awan panas sampai 1,5 km. Pada tanggal 20 November 2013 terjadi enam kali letusan sejak dini hari. Erupsi (letusan) terjadi lagi empat kali pada tanggal 23 November 2013 semenjak sore, dilanjutkan pada hari berikutnya, sebanyak lima kali. Terbentuk kolom abu setinggi 8000 m di atas puncak gunung. Pada tanggal 24 November 2013 pukul 10.00 status Gunung Sinabung dinaikkan ke level tertinggi, level 4 (Awas). Penduduk dari 21 desa dan 2 dusun harus diungsikan.

Status level 4 (Awas) ini terus bertahan hingga memasuki tahun 2014. Guguran lava pijar dan semburan awan panas masih terus terjadi sampai 3 Januari 2014. Mulai tanggal 4 Januari 2014 terjadi rentetan gempa, letusan, dan luncuran awan panas terus-menerus sampai hari berikutnya. Hal ini memaksa warga untuk mengungsi, hingga melebihi 20 ribu orang. Setelah kondisi ini bertahan terus, pada minggu terakhir Januari 2014 kondisi Gunung Sinabung mulai stabil dan direncanakan pengungsi yang berasal dari luar radius bahaya (5 km) dapat dipulangkan. Namun demikian, sehari kemudian 14 orang ditemukan tewas dan 3 orang luka-luka dan akhirnya meninggal setelah beberapa waktu dirawat di rumah sakit akibat terkena luncuran awan panas ketika sedang mendatangi Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung yang berada dalam zona bahaya I.

Hingga bulan Februari 2014, pengungsi berangsur-angsur dipulangkan ke desanya kecuali desa yang berada dalam radius tiga kilometer dari gunung. Erupsi Sinabung membuat masyarakat di Kabupaten Karo cemas. Hujan debu disusul hujan lumpur semakin mencekam. Sejumlah perkampungan di kaki gunung itupun luluh lantak diterjang erupsi. Aktivitas warga lumpuh total

Pasca erupsi selain menghancurkan semua tanaman juga rumah-rumah mereka ikut porak-poranda tertimbun hujan lumpur yang tebalnya hingga 15 cm. Dua desa yakni Desa Sigarang-garang dan Desa Kutarayat luluh lantak dihantam hujan lumpur.

Aksi Bersih Desa Posko Jenggala

Erupsi Sinabung ini membuat hampir seluruh tempat tinggal warga ,ladang, pertanian dan fasilitas umum sekitar kaki gunung hancur dan tidak ada satupun yang bisa ditempati, sehingga mereka mengungsi ke daerah yang lebih aman. Lokasi pengungsian tersebar di 42 titik yang meliputi Kaban Jahe, Berastagi, Langkat dan yang lainnya

Tim Posko Jenggala mulai memetakan rencana membantu korban erupsi, terutama warga yang terdampak langsung di kaki gunung, Tim advance Posko Jenggala (Jarot Priksono dan Andi Hutagalung) ditugaskan melakukan survei untuk menginventarisir data dan kebutuhan korban.

Tim Posko Jenggala di Jakarta (Erma dan Rendy) berkomunikasi dengan Prudential yaitu Mr. Mark Fancy, ibu Nini Sumohandoyo, ibu Meilina Karamoy dan staf Prudential lainnya. Prudential setuju mendonasikan materi dan bergabung bersama Posko Jenggala untuk membantu korban erupsi Sinabung

Sudah menjadi kebiasaan Posko Jenggala untuk mengikutsertakan warga lokal untuk membantu dan terlibat dalam setiap kegiatan. Pertimbangannya, penduduk lokal lebih tahu dan mengenal daerahnya. Dalam kegiatan survey, tim melibatkan relawan lokal yaitu Anwar Ginting, Imam Ginting dan Satar Ginting untuk berkeliling melihat kondisi pengungsi secara keseluruhan.

Bersih Desa Kutarayat

Gerakan Kemanusiaan Posko Jenggala di Sinabung bertema “Mari Sipersikap Kuta Kemulihenta” (Mari Kita Perbaiki Kampung Halaman Kita) yang sangat menekankan kebersamaan masyarakat untuk bersama sama bangkit membangun desanya kembali. Peran perangkat desa, pemuda, dan masyarakat sangat besar dalam suksesnya kegiatan. Posko Jenggala membangkitkan semangat dan dukungan penuh dengan menyediakan alat alat bersih desa seperti mesin pompa air, cangkul, skop, dangdang, karung, angkong, chainsaw, genset, sapu, logistik dapur umum, bbm dan transport antar jemput para pengungsi menuju ke desa mereka.

Aksi bersih desa pertama dilakukan di Desa Kutarayat, desa berpenduduk terbanyak di Kecamatan Naman Teran. Kegiatan yang dilakukan tiap hari, melibatkan 100 orang penduduk desa secara bergiliran. Masyarakat tetap dapat melakukan bersihbersih rumah dan kebun mereka di luar jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan oleh perangkat desa. Secara psikologis kegiatan ini sangat baik dalam membangun mental warga karena ada beberapa warga yang trauma kembali ke desanya. Target utama kegiatan bersih desa adalah fasilitas umum, seperti jalan, rumah ibadah, kamar mandi umum, balai desa, sekolah,dan kantor desa.

Tanpa melihat status sosial, seluruh masyarakat Kutarayat bahu membahu membersihkan desanya. Mereka sangat antusias dengan kegiatan yang dimotori oleh Posko Jenggala. Banyak perubahan yang terjadi di Desa Kutarayat, dari saat desa tersebut diselimuti oleh lumpur abu vulkanik hingga sedikit demi sedikit abu vulkanik tersebut dapat dibersihkan dan desa kembali bersih..

Atas inisiatif dari Andi Sahrandi, dibentuklah tim Kodok, yaitu sekelompok pemuda dan masyarakat yang secara khusus mendapat tugas tersendiri oleh Posko Jenggala untuk membersihkan daerah-daerah yang sudah ditentukan. Adapun tugas tim Kodok tersebut antara lain:

Membersihkan seluruh area jalan, gang, dan fasilitas umum yang berada dalam zona area yang sudah dipetakan terlebih dahulu.

2. Setiap zona area dikerjakan dalam waktu 2 hari, jadi 16 hari selesai.

3. Seluruh tanaman di pinggir jalan harus disiram dan dibersihkan dari abu vulkanik

4. Seluruh kayu kayu yang berada dekat rumah adat dipindahkan

5. Kantor desa dibersihkan dan dicat sampai dapat berfungsi kembali

6. SDN dibersihkan dari abu vulkanik.

Bersih Desa Kebayaken

Gotong royong dan kebersamaan di Desa Kutarayat, memotivasi warga desa tetangganya. Masyarakat Desa Kebayaken yang berjarak hanya 1,5 km dari Desa Kutarayat, ingin mengikuti kegiatan serupa dan kemudian mengajukan usulan ke tim Posko Jenggala.

Desa kebayaken hanya memiliki 131 Kepala Keluarga, jauh lebih sedikit dari jumlah penduduk Desa Kutarayat. Desa ini juga terletak di luar zona 5 km, sehingga selalu dinyatakan aman dari zona bahaya. Namun semua jalur menuju desa ini harus melewati jalur bahaya dan sehingga posisi desa ini terpojok karena tidak memiliki akses ke jalur evakuasi ke daerah lebih aman. Walaupun dinyatakan sebagai desa yang aman tetapi anak-anak warga desa ini harus keluar karena semua fasilitas pendidikan Sekolah dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama berada di desa yang terletak di zona bahaya (5 km). Warga desa Kebayaken juga ikut mengungsi.

Setelah survey dan dievaluasi, diputuskan untuk melakukan kegiatan bersih desa di Desa Kebayaken. Sama halnya dengan Desa Kutarayat, kegiatan bersih desa disambut gembira oleh masyarakat Desa Kebayaken.

Dari kegiatan yang berlangsung banyak perubahan yang terjadi di desa Kebayaken. Motivasi dan semangat warga beserta perangkat desa , tetua adat dan para pemuda meningkat. Mereka bersatu untuk kepentingan desa mereka agar bersih dan asri. Semua berjalan sesuai rencana. Fasilitas umum seperti jalan, rumah ibadah, kamar mandi umum dan balai desa dibersihkan dari lumpur abu vulkanik. Selain aksi bersih desa, juga dilaksanakan kegiatan menanam pohon mahoni sepanjang jalan dari Desa Kutarayat hingga Desa Kebayaken.

Renovasi sekolah

Berawal dari kepedulian terhadap anak anak akan masa depannya, tim Posko Jenggala mengajak warga Desa Kutarayat dan Desa Kebayaken untuk membersihkan dan merenovasi sekolah untuk anak-anak dari kedua desa tersebut.

Mereka bahu membahu membersihkan Sekolah Dasar 047174 agar kelak setelah masyarakat kembali dari pengungsian, sekolah tersebut dapat langsung dipergunakan oleh anak anak mereka untuk menimba ilmu. Melihat kondisi yang begitu amat memprihatinkan tim Posko Jenggala, perangkat desa dan kepala sekolah melakukan rapat singkat untuk membenahi sekolah tersebut agar layak digunakan seperti semula. Dilakukan kerjasama untuk membersihkan areal sekolah dari abu vulkanik dan mengecat ulang sekolah serta memperbaiki atap perumahan guru sekolah yang hancur.

Bersih desa Sigarang-garang dan Desa Kutagugung

Usai kegiatan bersih desa di Kebayaken, Posko Jenggala bekerjasama dengan Prudential melanjutkan kegiatan bersih desa di Desa Sigarang-garang dan Desa Kutagugung.

Kedua desa ini terus diperhatikan oleh Posko Jenggala, karenai kerusakannya memang sangat parah dan butuh ekstra perhatian dari semua kalangan, Setiap kali tim melewati desa ini menuju Kutarayat dan Kebayaken, ada keinginan kuat untuk membantu tapi ada daya tingkat bahaya yang tinggi dan penjagaan yang ketat oleh pemerintah sehingga tim Jenggala menunggu hingga status Gunung Sinabung relatif aman.

Tanggal 8 April 2014, status Sinabung turun dari awas menjadi siaga. Andi Sahrandi langsung memberitahu agar Posko Jenggala langsung melakukan bersih desa, berkoordinasi dengan perangkat desa di kedua desa tersebut. Dari awal melakukan kegiatan bersih Desa Kutarayat maupun Desa Kebayaken, tak dapat dipungkiri bahwa target utama adalah Desa Sigaranggarang dan Kutagugung. Keputusan ini sangat dinantikan masyarakat Desa Sigaranggarang dan Kutagugung. Mereka menangis dan terharu sewaktu diberitahu keputusan Tim Posko Jenggala..

Semua dilakukan dengan sigap, cepat dan tepat. Posko Jenggala yang diwakili Rendy Nugraha melakukan penyerahan alat bersih desa ke Desa Sigarang garang berupa sorong, cangkul, sekop , karung dan mesin air yang secara langsung diterima oleh Kepala Desa Sigaranggarang beserta masyarakat.

Untuk Desa Kutagugung, kegiatan bersih desa akan dilakukan tim Posko Jenggala menunggu perbaikan saluran air. Saluran air ke desa ini tersumbat abu vulkanik Sinabung. Pada tanggal 15 april 2014 kegiatan bersih-bersih di Desa Kutagugung telah dilaksakan oleh Tim Posko Jenggala bersama masyarakat.

Kegiatan Bersama Anak anak

Seiring berjalannya waktu bersih desa, kegiatan bersama anak anak sering dilakukan. Hal ini bertujuan agar anak anak tidak takut terhadap gunung sinabung dan dapat melihat desanya kembali. Ini dilakukan ketika sudah banyak perubahan yang dilakukan pada desa mereka, anak anak merupakan aset kehidupan masa depan yang harus diperhatikan kwalitas dan kuantitas jati dirinya muali dari kecil.

Membuat anak anak tidak merasa trauma dengan kejadian erupasi gunung sinabung merupakan target yang sangat diutamakan. Karena kehidupan di dunia posko pengungsian bukanlah duania bagi anak anak, secara psikologis semuanya pasti berubah. Dari segi pengawasan terhadap anak, lingkungan yang berbeda, kegiatan sekolah yang terganggu dan suasana kekeluargaan yang tidak terikat lagi karena telah berbaur beberapa keluarga di dalam satu ruangan.

Kegiatan yang dilakukan posko jenggala kepada anakanak agar mereka melupakan kejadiankejadian yang pernah mereka alami selama ini. Dengan membawa mereka ke desanya kembali mereka akan merasa lebih nyaman dan tentram berada didesa dan rumahnya. Kegiatankegiatan yang dilakukan posko jenggala bersama anak anak lereng gunung sinabung adalah kembali kedesa dan kesekolah mereka.

Perbaikan Fasilitas Umum dan Sosial

Selain kegiatan bersih desa Posko Jenggala yang bekerjasama dengan Prudential juga ikut membantu membangun dan memperbaiki fasilitas umum dan fasilitas sosial yang hancur akibat erupsi Sinabung. Beberapa desa yang di datangi, terlihat jelas kerusakan yang terjadi. Hampir seluruh balai adat dan rumah ibadah baik masjid dan gereja hancur, bahkan beberapa fasilitas umum hancur total.

Untuk Desa Kutarayat, Posko Jenggala dan Prudential membangun Los Desa (balai adat), renovasi masjid, renovasi gereja yang pengerjaanya dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat, Posko Jenggala hanya menyediakan bahan baku dan material serta kebutuhan yang diperlukan untuk pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial tersebut.

Ada pun di Desa Kebayaken, perbaikan meliputi pembangunan Los Desa, renovasi masjid, renovasi gereja dan penanaman bibit tanaman produktif. Semua pembangunan dan renovasi fasilitas umum dan fasilitas sosial dikerjakan secara bergotong royong. Posko Jenggala hanya menyediakan material dan bahan bakunya saja.

Hal tersebut sengaja dilakukan untuk menumbuhkan kepedulian warga terhadap desanya masing-masing. Kegiatan ini terbukti membangun kebersamaan sekaligus dapat melupakan kesusahan dan bencana yang tengah melanda mereka.

Sedangkan untuk desa Kutagugung dan Sigarang-garang, Posko Jenggala bekerjasama dengan Prudential, membantu pembangunan Losd desa berupa material dan bahan bangunan.

Selain itu, kepada beberapa warga juga diberikan bantuan seperti kepada seorang warga bernama Untung Sitepu, Posko Jenggala membantu sebanyak 95 lembar asbes, 10 rabung seng dan paku seng. Kepada Satar Ginting (Relawan Posko Jenggala), diberikan bantuan untuk renovasi rumahnya. Kepada Kepala Desa Kutarayat, Sitepu, Posko Jenggala membantu 50 lembar asbes untuk perbaikan atap rumahnya.

Menggalang Kepedulian Pemuda

Tiga bulan lamanya tim Posko Jenggala berada di sekitar kaki gunung Sinabung. Ada hal yang mengusik yakni menyangkut kepedulian kaum muda. Selama terjadi bencana dan aksi bersih desa, peran pemuda sangat minim.

Atas pemikiran dari Andi Sahrandi, tim Posko Jenggala dibantu Satar Ginting (sebagai pemuda Desa Kutarayat), mulai mengajak para pemuda dari masing-masing desa untuk peduli dan ikut membantu daerahnya masing-masing.

Sudah ada Komunitas Beidar Sinabung yang sebelumnya rutin dan aktif dalam kegiatan fotografi. Komunitas ini kemudian diajak memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan, Beidar Sinabung dan Posko Jenggalapun intens berkomunikasi seputar agenda yang akan dilaksanakan bersama

Komunitas Beidar Sinabung aktif menggalang bantuan berupa seng atau asbes bagi para pengungsi Sinabung dan ikut bergotong royong bersama warga memasang seng/asbes di rumah warga yang membutuhkan bantuan.

Dokumentasi Foto Kegiatan

Foto lapangan dari kegiatan ini — Lereng Sinabung, Karo, Sumatera Utara, Maret 2014.

← Kembali ke Daftar Aksi

Detail Aksi

Tanggal 1 Maret 2014
Lokasi Lereng Sinabung, Karo
Provinsi Sumatera Utara
Kategori Tanggap Bencana
Relawan 35 orang
Jiwa Terbantu 600 jiwa

Aksi Terkait

Erupsi Lewotobi: Huntara & Bantuan Darurat Flores Timur
4 Nov 2024
Tanggap Bencana Erupsi Gunung Lewotobi, Nusa Tenggara T...
4 Nov 2024
Tanggap Bencana Gempa Cianjur, Jawa Barat
22 Nov 2022