Tuesday, November 21, 2017
  • Ikuti Kami
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala

Aksi Kemanusiaan di Tanah Rencong

Published : 26-Desember-2016 | 01:21:41

Pembersihan dan perobohan rumah yang rusak berat


AKSI KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA BEKERJASAMA DENGAN PRUDENTIAL

Gempa yang terjadi di kab. Pidie Jaya propinsi Aceh pada tanggal 7 Desember 2016 membuat Andi Sahrandi tergerak untuk menuju ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan yang diperlukan, segera saja Rendy yang sehari-harinya berada di sekretariat Posko Jenggala yang berada di kediaman Andi Sahrandi berkomunikasi dengan rekan-rekan Posko Jenggala disekitar lokasi gempa yaitu Tarmizi, Ari dan Muhammad yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi gempa, bahkan Ari merupakan salah satu yang menjadi korban gempa tetapi rumahnya tidak mengalami kerusakan

Dari ketiga orang rekan-rekan Posko Jenggala diperoleh informasi kebutuhan para korban yang saat itu hampir seluruh warga desa mengungsi disekitar rumahnya masing-masing, karena sampai hari ini masih dalam keadaan darurat dengan adanya gempa susulan, setiap harinya gempa susulan tersebut bisa mencapai 5 kali dengan walaupun dengan skala gempa yang rendah, tetapi cukup membuat seluruh masyarakat panik

Masyarakat yang mengungsi tidur dibeberapa titik pengungsian disekitar wilayah kab. Pidie Jaya dan banyak dijumpai juga warga yang tinggal ditenda-tenda pengungsian sekitar rumahnya walaupun rumahnya tidak ikut hancur mengantisipasi adanya gempa susulan yang besar

Singkat cerita informasi keadaan gempa Aceh didapatkan tim Posko Jenggala dari ketiga rekan-rekan yang sudah mendapatkan informasi terkini dan kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengungsi

Kamis pagi 8 Desember 2016 Andi Sahrandi menginstruksikan Erma yang memang sebagai bendahara Posko Jenggala untuk memesan tiket keberangkatan menuju Aceh, keberangkatan dijadwalkan hari jumat tanggal 9 desember dini hari yaitu Andi dan Rendy untuk tim pertama Posko Jenggala yang berangkat di Jakarta dan hari sabtu tanggal 10 Desember 2016 dijadwalkan tim kedua Posko Jenggala berangkat yaitu Shidiq Akbar

Sebelumnya berangkat menuju lokasi gempa tim di Jakarta mendapat telepon dari pihak Prudential dan kami diminta untuk bekerjasama dalam penanganan gempa Aceh, Prudential memang selalu aktif membantu dalam setiap bencana di Indonesia, kerjasama antara Posko Jenggala dan Prudential telah berlangsung sejak gempa Sumatera Barat 2009

Akhirnya informasi keadaan terakhir dan kebutuhan yang didapat di titik-titik pengungsian yang diinformasikan dari rekan-rekan Posko Jenggala dilokasi gempa segera disampaikan kepada pihak Prudential

Pihak Prudential setuju untuk memberikan bantuan kemanusiaan berdasarkan informasi yang kami daptkan di lokasi bencana yaitu dengan memberikan bantuan, selimut, sarung, kasur lipat, genset, terpal, dll

Jumat 9 Desember 2016 Andi dan Rendy sampai di Banda Aceh, pagi itu bandara di Banda Aceh terlihat sangat ramai dengan kedatangan pejabat tingkat pusat maupun daerah, sambil menunggu bagasi didalam bandara, kami bertemu dengan salah satu direktur Prudential Indonesia yaitu Nini Sumohandoyo dan rekan-rekan yang memang dijadwalkan menuju Banda Aceh

Setelah berbincang sejenak dengan tim dari Prudential, kami berpamitan pergi untuk berangkat menuju lokasi gempa yang terletak di kab. Pidie Jaya untuk mengejar waktu bertemu dengan tim Kepresidenan di daerah Sigli berdasarkan informasi dari Kepala Staf Kepresidenan yang masih kerabat dari Andi Sahrandi

Dalam perjalanan kami mendapat informasi bahwa presiden langsung menuju Banda Aceh melalui jalur udara, akhirnya kami memperlambat perjalanan dalam perjalanan darat karena sudah tidak terkejar

Waktu menunjukan pukul 11.30 waktu setempat, kami bersiap-siap untuk melaksanakan sholat jumat di masjid Agung daerah Sigli, setelah itu kami makan siang, selang beberapa lama kami bertemu dengan rombongan Prudential dan mengadakan rapat untuk membicarakan aksi yang akan dilakukan untuk lebih detailnya

Sekitar pukul 14,00 kami mendapat informasi bahwa Kepala Staf Kepresidenan sedang menuju Sigli, akhirnya kami putuskan untuk bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan di salah satu kedai kopi di daerah Sigli, pertemuan tersebut antara lain membahas tentang informasi percepatan penanganan bencana alam di kab. Pidie Jaya, sekitar 2 jam pertemuan antara tim Posko Jenggala, tim Prudential dan tim Staf Kepresidenan, singkat pertemuan masing-masing tim menuju tempat meningap dan kebetulan saja semua saat itu menginap di daerah Sigli dengan jarak yang berdekatan

Sekitar pukul 21.00 Rendy mendapat informasi dari salah satu tim Prudential bahwa saat itu 2 truk barang-barang bantuan Prudential dari Banda Aceh sedang menuju Sigli yang rencananya sekitar pukul 05.00 1 truk berisi barang bantuan akan langsung di distribusikan menuju titik-titik pengungsian yang dimana tim Prudential meminta kepada tim Posko Jenggala untuk mengawal dan mengarahkan distribusi bantuan tersebut, sedangkan 1 truk lagi yang akan didistribusikan oleh tim Posko Jenggala kepada customer Prudential di kab. Pidie dan kab. Pidie Jaya yang terdampak bencana gempa bumi

Pukul 05.00 kami semua siap menuju kab. Pidie Jaya tepatnya di kecamatan Meuredeu yang berjarak sekita 60 km dari Sigli dan membutuhkan waktu 1,5 jam, dalam perjalanan menuju posko pengungsian kami bertemu dengan salah satu tim Posko Jenggala yaitu Ari yang sebelumnya sudah dikontak oleh Rendy untuk ikut membantu mengawal dan mengarahkan bantuan ke posko pengungsian, Ari merupaka salah satu anak muda yang aktif terhadap lingkungan sekitar dan berdomisili di kec. Meuredeu yang salah satu korban bencana gempa bumi

Kami sempat singgah di salah satu gudang di daerah Meuredeu untuk menurunkan barang bantuan 1 truk yang akan didistribusikan kepada customer Prudential, dan 1 truk lagi beserta rombongan langsung menuju posko pengungsian, sesampainya di posko pengungsian, barang-barang bantuan tersebut langsung diturunkan dan diserahkanterimakan kepada kordinator posko disertai dengan berfoto bersama, setelah itu Nini Sumohandoyo sempat milihat-lihat kondisi posko pengungsian dan juga sempat berbicara dengan beberapa orang ibu-ibu dan sempat bercanda gurau dengan anak-anak yang mengungsi di posko pengungsian tersebut

Selanjutnya tim Prudential dan tim Posko Jenggala menuju masjid yang roboh pada saat gempa terjadi, terlihat hanya tersisa puing-puing dan kubah masjid saja, tak lupa masing-masing tim ikut mendokumentasikan bangunan yang telah roboh tersebut

Akhirnya waktu telah menunjukan pukul 08.00 dan tim Prudential bertolak menuju Banda Aceh karena harus mengejar pesawat siang harinya, sebelum berpisah kami bersalam-salaman, “terima kasih Prudential, terima kasih ibu Nini” terucap secara spontan dari Ari terhadap rekan-rekan dari Prudential

Siang harinya setelah berpisah dengan tim Prudential, tiba waktunya untuk kami tim Posko Jenggala untuk mulai mendistribusikan paket untuk customer dari Prudential, Ari segera mengerahkan rekan-rekan di posko p[engungsian untuk ikut membantu membuatkan paket bantuan yang terdir dari mie instant, sarung, selimut, kasur lipat, susu cair, air mineral, dll, paket tersebut diselesaikan hinggal sore hari dan rencananya esok harinya akan langsung didistribusikan ke customer Prudential

Malam harinya kami rapat kecil untuk distribusi bantuan tersebut, pendistribusian kami bagi dua tim, 1 tim yaitu Rendy dan Ari akan mendistribusikan ke kab. Pidie Jaya dan 1 tim lagi yaitu Tarmizi dan Shidiq akan mendistribusikan ke kab. Pidie, yang kebetulan esok harinya Shidiq akan sampai ke lokasi

Minggu 11 Desember 2016, kedua tim langsung menuju lokasi distribusi customer Prudential, dengan membawa masing-masing tim 2 truk engkol membawa barang bantuan, sore harinya sekitar 43 paket bantuan telah selesai didistribusikan, sisanya direncanakan akan didistribusikan esok hari

Senin 12 Desember 2016 tim Posko Jenggala menuju posko pengungsian gampong (desa) Kuta Pangwa kecamatan Tringgadeng yang terletak disekitaran jalan raya Medan – Banda Aceh, kami langsung menemui keuchik (kepala desa) Kuta Pangwa, desa ini merupakan daerah yang paling parah terkena dampak gempa bumi, karena hampir seluruh bangunan rusak berat dan juga merupakan salah satu desa dengan korban yang paling banyak dalam 1 desa (15 jiwa meninggal), setelah kami berbincang dengan kepala desa dan melihat lokasi pengungsian serta pemukiman warga kami coba bertanya kepada kepala desa dan warga bahwasanya apa yang harus dilakukan untuk pemulihan kondisi pasca bencana

Terlihat juga di posko pengungsian bantuan yang datang sangat banyak, bahkan hampir tidak cukup menampung bantuan di kanto desa Kuta Pangwa, terutama bantuan makanan dan minuman terlihat melimpah ruah, setelah melihat kondisi tersebut seperti biasanya Andi memberikan pandangan yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh yang lainnya, Andi memberi ide agar secepatnya rumah yang rusak berat segera dirobohkan, karena setelah roboh bisa dibangun kembali dengan cepat, karena khawatir rumah yang rusak berat hanya menunggu waktu saja untuk roboh dengan sendirinya terutama bila terjadi gempa susulan yang lebih besar dan itu dapat membahayakan penghuni

Terheran-heran semua mendengar ide yang keluar dari Andi, dan pertanyaan timbul dari beberapa warga, yaitu bagaimana caranya merobohkan rumah yang saat ini rusak berat karena mereka berfikir tidak mungkin dirobohkan dengan secara manual

Sederhana saja Andi menjawab, rumah yang rusak berat akan dirobohkan menggunakan alat berat yaitu dengan menggunakan bekho, tetapi dengan bantuan warga desa dan seluruh warga desa harus bersedia bergotongroyong membersihkan puing-puing disekitar rumah yang dirobohkan, dan akhirnya mereka pun setuju

Saat itu diputuskan akan disewa 2 unit bekho dan 2 unit dump truk selama 6 hari untuk membuang puing ditempat lain, dan kami pun memulai persiapan tersebut dengan mulai menghitung biaya yang dibutuhkan dan mensurvey jumlah bangunan yang akan dirobohkan, total bangunan yang akan dirobohkan berjumlah 68 rumah

Sebelumnya pada saat kami berada di Sigli kami memesan barang-barang bantuan atas donasi dari Prudential di Banda Aceh dikarenakan keterbatasan persediaan barang di sekitar kab. Pidie dan kab. Pidie Jaya, adapun barang-barang yang dipesan yaitu selimut, sarung, sajadah, handuk, kasur lipat dan terpal. Rencananya barang-barang bantuan tersebut akan kami serahkan langsung untuk masyarakat desa Kuta Pangwa

Selain itu kami juga memberikan bantuan alat-alat kerja seperti gerobak sorong, palu godam, linggis, sekop, cangkul, sarung tangan dan sepatu boot yang akan digunakan untuk bersih desa Kuta Pangwa secara bergotong royong

Keesokan harinya selasa 13 Desember 2016 dimulailah kegiatan perobohan rumah yang rusak berat dengan menggunakan bekho sambil menunggu alat kerja yang dipesan di toko bangunan datang, tidak berapa lama barang-barang yang dipesan datang dan seblum dimulai kami semua berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dimudahkan dan dilancarkan kegiatan yang akan kami lakukan ini

Selama 6 hari kegiatan berjalan lancar dan kami lihat semangat warga sangat tinggi dalam bergotong royong, mereka pun ingin agar segera kembali seperti sedia kala, dan selama itu pula kami menjumpai anak-anak kecil di desa Kuta Pangwa, kembali Andi memberikan ide untuk memberikan anak-anak alat tulis sekolah mulai dari SD sampai dengan SMA, Shidiq mendapat tugas untuk mendata jumlah anak-anak sekolah di desa Kuta Pangwa dengan di bantu oleh pemuda setempat, setelah datanya di dapat langsung saja Andi Menginstruksikan untuk memesan semua kebutuhan alat-alat tulis sekolah untuk dibagikan masing-masing kepada anak-anak

Dalam proses pembersihan dan perobohan rumah yang rusak berat desa Kuta Pangwa sempat disinggahi oleh pejabat dari pusat bahkan presiden pun sempat datang meninjau lokasi tempat kami yang terletak di desa Kuta Pangwa

Dihari ke enam semua bangunan hampir selesai dirobohkan, atas hal tersebut maka tiba saatnya juga tim dari Posko Jenggala harus kembali ke Jakarta, sebelum kembali ke Jakarta kami juga memesan bantuan alat-alat kerja seperti gerobak sorong, sekop, palu godam, cangkul, linggis, dll untuk kami sumbangkan ke posko pengungsian dua desa yaitu ke posko pengungsian desa Mee Pangwa dan dan posko pengungsian desa Teupin Paraho untuk digunakan masyarakat bergotong royong, kedua desa tersebut bangunan rumahnya lebih banyak hanya mengalami rusak ringan  

Sore harinya kami berpamitan dengan seluruh masyarakat desa Kuta Pangwa, dan kami langsung menuju Banda Aceh untuk bermalam disana karena keesokan harinya kami harus bertolak ke Jakarta

PERINCIAN KEGIATAN BANTUAN SOSIAL

  1.  Pendistribusian bantuan bagi customer Prudential di kab. Pidie Jaya dan kab. Pidie
  2. Pendistribusian bantuan di posko pengungsian gampong Kuta Pangwa, gampong Mee Pangwa dan gampong Teupin Paraho berupa selimut, handuk, sajadah, sarung, kasur lipat, terpal, alat tulis untuk anak-anak, gerobak sorong, cangkul, sekop, linggis, palu godam, sarung tangan, sepatu boot, mesin air
  3. Bantuan alat-alat tulis sekolah untuk anak-anak SD sampai dengan SMA di desa Kuta Pangwa
  4. Pembersihan menggunakan 2 unit alat berat di gampong Kuta Pangwa
  5. Gotong royong masyarakat gampong Kuta Pangwa pasca pembersihan dengan alat berat

Waktu Kegiatan


09-Desember-2016 S/D 19-Desember-2016

Lokasi Kegiatan


Berita Terbaru


Selengkapnya

Aktivitas Terbaru


Selengkapnya

Kontak

GERAKAN KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA

Jl. Gunung Indah II No. 50, Cirendeu, Ciputat, Tanggerang Selatan

(021) 7445734

(021) 7445734

info[at]posko-jenggala.org

www.posko-jenggala.org